Surat Buta 8 #NulisRandom2015

Teruntuk yang terlupa

Seakan awan bernyanyi sendu pada langit, mendung datang. Seakan daun enggan bersama dahan, musim gugur datang. Semua datang tiba-tiba, masuk paksa, bersamaan hingga berjejal di kepala. Seorang tua, seorang muda, hampir semua yang terlupa datang kembali. Bom waktu yang telah meledak menjadi ingatan, aku termenung kaku, paluku bisu.

Biasanya penundaanku datang karena sebuah kesepakatan, hari ini tertunda. Semua tercengang, aku pun heran. Pikiranku berhimpitan, datang terus-menerus tidak berhenti. Satu, dua, tiga kepalaku penuh sesak atas apa yang terlupa.

Semua datang bersamaan.

Cek rival nulis saya

Septian Hadavi
Indriani
Sejati Ayu Putri
Ririn Anindya
Tjut Nurul Habibah
Ajeng Sulistio
Mahdiyyah

Sms (ter)sesat 8 #nulisrandom2015

“Buat Mama yang pernah ku sayang dan sekarang milik orang, bagaimana kabar Raka anakku, semoga Raka mau memaafkan ayahnya atas kejadian di garasi bertahun silam. Maafkan aku Mama, terimakasih telah pernah bersedia menjadi bagian dari hidupku.”
+6287868584838 22 Jun 10:11 PM

Siapa? salah sambung.
+6285761455322 22 Jun 10:40 PM

Aku bukan bagian hidup kamu lagi, tidak ada gunanya aku memperkenalkan diri
+6287868584838 22 Jun 11:41 PM

Sampaikan salamku buat Raka. Aku sayang padanya, walaupun aku tidak pernah tahu menunjukkan kasih sayang pada anakku sendiri. Ayah menyayangimu Raka.
+6287868584838 22 Jun 11:51 PM

Orang gila, mati aja sana. Dibilangin salah sambung. Tengah malam ganggu orang tidur aja.
+6285761455322 22 Jun 11:59 PM

Cek rival nulis saya

Septian Hadavi
Indriani
Sejati Ayu Putri
Ririn Anindya
Tjut Nurul Habibah
Ajeng Sulistio
Mahdiyyah

Celotehan Kursi Taman 7 #nulisrandom2015

Walaupun aku tidak mengenalmu secara baik, aku selalu berterimakasih untukmu, berdoa untukmu. Tanpa kau sadari, aku sudah sangat terbantu adanya kau di hari hariku. Mungkin juga mereka, tapi aku tidak tau pasti apakah mereka juga berdoa atas keselamatanmu. Semoga kau tetap kokoh, agar tiap cerita tidak keluar batasannya.

Seperti barisan kesatria kau memerangi prahara, dunia luar kau lumat habis, zaman pun mengikis. Seperti akar tunggal kau menopang kebaikan, menjaga predator kota, hutan perkotaan buas. Seperti apa pun kau saat ini, karat merebak tiap sisi, patah keropos tiap jemari. Kau menipu umurmu sendiri tuan. Lihatlah, tanpa sadarmu, kau telah pikun. Mereka menjadikanmu, tumpuan pengikat gerai mereka, hina sekali profesimu bagi mereka. Bakso, somay, es campur, segala macam gerai bertumpu, bertalikan tenda. Kau menua.

Semoga kau tak lupa, tugasmu sangat mulia bagiku, bagi kami.

Cek rival nulis saya

Septian Hadavi
Indriani
Sejati Ayu Putri
Ririn Anindya
Tjut Nurul Habibah
Ajeng Sulistio
Mahdiyyah

Surat Buta 7 #nulisrandom2015

Teruntuk semesta

Mengapa begitu megah kalau tau tercipta hanya untuk dimusnah. Mengapa begitu indah kalau sesaat keindahan dirusak. Pahamku tidak sampai memikirkan perihal panorama yang terbentang luas. Aku hanya penikmat di titik jenuh.

Manusia adalah hama, aku pun begitu. Dimana pun adanya merusak sekitarnya. Hama terhadap moral, hama untuk dirinya sendiri. Aku perlu pestisida, agar mati tak bertumbuh.

Keindahan semesta membuatku jenuh.

Cek rival nulis saya

Septian Hadavi
Indriani
Sejati Ayu Putri
Ririn Anindya
Tjut Nurul Habibah
Ajeng Sulistio
Mahdiyyah

Sms (ter)sesat 7 #nulisrandom2015

“Pak tolong ibu saya, bapak lagi dimana”
+6285354555657 19 Jun 15:15 PM

“Memangnya ibu kamu kenapa”
+6285761455322 19 Jun 15:21 PM

“Ibu saya sedang sakit pak”
+6285354555657 19 Jun 15:25 PM

“Saya bukan dokter”
+6285761455322 19 Jun 15:30 PM

“Tolonglah pak, saya akan bayar berapa saja asalkan ibu saya bisa sembuh”
+6285354555657 19 Jun 15:34 PM

“Baiklah, saya adalah dokter, dimana rumah kamu”
+6285761455322 19 Jun 15:38 PM

“Rumah saya yang pintunya warna merah pak juga ada jendelanya warna putih”
+6285354555657 19 Jun 15:43 PM

“Itu rumah atau bendera Indonesia?┬áKamu ngerjain saya”
+6285761455322 19 Jun 15:47 PM

“Bapak yang ngerjain saya, katanya bukan dokter”
+6285354555657 19 Jun 15:55 PM

“Masalah duit, orang bisa jadi apa saja”
+6285761455322 19 Jun 16:01 PM

Cek rival nulis saya

Septian Hadavi
Indriani
Sejati Ayu Putri
Ririn Anindya
Tjut Nurul Habibah
Ajeng Sulistio
Mahdiyyah

Celoteh Kursi Taman 6 #nulisrandom2015

Dia berjalan gontai, tanpa arah, hanya mengikuti perasaan, membawanya menghampiri. Kejauhan tampak kecil, gerbang taman menyambutnya dengan dawai lama.

Keberkahan setapak jalan menuntunnya kepadaku, setelan jas tampak lusu, perutnya menyembul. Seperti mengadu pada sunyi, dia mengadu dalam diam, hanya lembaran kertas yang dipegang dengan coretan asal yang tak paham aku membacanya. Setelah puas mengadu pada kertas, mencoretnya dengan hati hati, dimasukkan ke amplop putih bergaris merah biru dipinggirnya.

Aku tempat singgah dalam sunyi, dia pergi berpamitan dengan bahasa yang tak aku mengerti. Hanya amplop putih berisi lembar pengaduan ditinggalkannya.

Aku tak mengerti mereka, syukur aku seperti sekarang ini, menunggu untuk disinggahi tanpa harus tau.

Septian Hadavi
Indriani
Sejati Ayu Putri
Ririn Anindya
Tjut Nurul Habibah
Ajeng Sulistio
Mahdiyyah

Sms (ter)sesat 6 #nulisrandom2015

“Gunakan hak pilihmu, dukung pak PECI jadi pemimpin negara”
+6282324252627 16 Jun 10:38 AM

“Maaf, apa pentingnya bagi saya”
+6285761455322 16 Jun 10:51 AM

“Kamu adalah masyarakat, pastinya negara makmur rakyat sejahtera”
+6282324252627 16 Jun 11:00 AM

“Negara gak pernah kasih apa apa ke saya”
+6285761455322 16 Jun 11:12 AM

“Sepertinya saya tau maksud kamu”
+6282324252627 16 Jun 11:21 AM

“Baguslah kalau tau, saya dapat apa”
+6285761455322 16 Jun 11:24 AM

“Ada sembako, sirup, dan baju lebaran”
+6282324252627 16 Jun 11:34 AM

“Caranya”
+6285761455322 16 Jun 11:40 AM

“Fotocopy KTP, datanglah ke posko pemenangan pak PECI di jalan kolusioner”
+6282324252627 16 Jun 11:43 AM

“Ribet, tapi maaf saya sudah menerima tawaran dari pak TOPI, dan lebih banyak dari pak PECI, uang sebesar 250Ribu”
+6285761455322 16 Jun 11:55 AM

“Suaramu tidak sah, dan duit itu akan kamu pertanggungjawabkan di akhirat”
+6282324252627 16 Jun 12:01 PM

“Sembako dan uang tunai dosanya sama, lebih baik pilih yang besar, sampai jumpa di neraka tim sukses pak PECI beserta pak PECI”
+6285761455322 16 Jun 12:12 PM

Check tulisan my rival dalam #nulisrandom2015

Septian Hadavi
Indriani
Sejati Ayu Putri
Ririn Anindya
Tjut Nurul Habibah
Ajeng Sulistio
Mahdiyyah

Celoteh Kursi Taman 5 #nulisrandom2015

Ada warna dan warni yang menggantung ke atas, mungkin 5 atau lebih, sesekali berguncang pelan diganggu angin. Kemilaunya berpendar menghantarkan sapaan siang yang terik. Balon menari dengan alunan angin.

Sepedanya terikat, menjaga balon tetap pada alunan angin. Pria tua menunggu, menunggu ada yang terpikat oleh tarian balon. Tak ada yang singgah, hanya peluh mengucur dari dahi kerutnya.

Taman tak lagi ramah.

Check tulisan my rival dalam #nulisrandom2015

Septian Hadavi
Indriani
Sejati Ayu Putri
Ririn Anindya
Tjut Nurul Habibah
Ajeng Sulistio
Mahdiyyah

Surat Buta 5 #nulisrandom2015

Teruntuk udara

Ini surat ke lima, kali ini entah kenapa tertuju untuk udara, aku dan mereka para pengguna yang tak pernah puas. Syukur pun tak terucap, tertahan oleh ego atau kesibukan yang membudak. Kami barisan budak dunia.

Mereka seakan mengerti masalah tuntutan, menuntut sebuah kewajiban atas hak yang telah diterima. Hanya saja dalam konteksnya tidak memiliki arti, seperti simbiosis tak bersebab. Pajak dibayar oleh si kaya untuk memenuhi hak mereka yang belum kaya. Namun akhirnya, pajak hanya sebagai lahan judi. Aku pun ikut berjudi di dalamnya, mengadu nasib mempertaruhkan takdir.

Hei pengguna udara, sudahkah membayar pajak untuk semesta.

Check tulisan my rival dalam #nulisrandom2015

Septian Hadavi
Indriani
Sejati Ayu Putri
Ririn Anindya
Tjut Nurul Habibah
Ajeng Sulistio
Mahdiyyah