XL 4G LTE #4Goodness

xl 4g lte

Terik matahari bosan melihat peluh anak jalanan, kaki kecil berjalan di gorong sekat angkutan umum. Menjinjing jajahan di keranjang penuh dengan makanan tradisional, masih penuh. Sudah setengah hari anak yang satu ini, pergi dari pintu ke pintu angkutan umum, meramah penumpang dengan senyum hampir tanpa harapan. Keranjang masih terlihat penuh.

Muadzin lantang bersenandungkan adzan, memberitahu dan mengajak menunaikan kewajiban sholat. Anak yang lain masih berhamburan di barisan angkutan umum yang terlihat berserak, ada yang melolong dengan ritme lagu, ada yang sekedar pinta belas kasihan, dan banyak lagi aktivitas anak – anak di persimpangan lalu lintas. Dia menjauh dari kerumunan gerombolan anak jalanan, bergegas berlari kecil menjinjing keranjang penuh makanan, mendekat mencari asal suara adzan. Mesjid terbuka untuk sesiapa yang mencari ridho Allah.

Keranjang penuh di tinggalnya di sudut ruangan Mesjid. Sholat ditunaikannya.

“Siapa yang jualan ini, udah lama juga gak makan jajanan tradisional, ” lelaki ini mengambil getuk dan mencomot sari kelapa yang digerus.

“Aku jadi ingat kampung halaman, ” sambil menikmati sensasi rasa khas jajanan tradisional dia terbayang kampungnya.

Dari arah belakang anak jalanan menghampiri keranjang jajahannya telah dibongkar orang lain, tidak lain adalah pembeli.

“Assalamu alaikum mas, enak getuknya, ” sapa anak pemilik keranjang tersebut.

“Enak, siapa yang buat dek, ” tanya lelaki ini masih dipegangnya sisa gigitan getuk tadi.

“Ibu saya yang buat mas, katanya sih resep keluarga, “.

“Baru datang ya, kelihatan keranjangnya masih penuh, “.

“Bukan mas, hari ini pembeli kurang, pagi tadi saya sudah berjualan” tanpa sadar keakraban terjalin antara keduanya.

“Haduh, kok bisa, padahal enak loh, biasanya kamu berjualan dimana, “.

“Hanya sekitar sini saja mas, saya kasian dengan ibu kalau jajanan buatannya ada yang tidak terjual, “.

“Mas jadi kangen ibu, “.

“Ow iya mas, saya harus pergi, jajanan masih banyak, getuk yang tadi harganya 2000 saja mas, “.

“2000 kok murah sekali, ” mengeluarkan lembaran uang, dan memberikannya ke anak jalanan ini.

“Murah pun orang kadang jarang beli mas, mereka lebih memilih makanan yang ditawarin cafe – cafe ternama, resto terkenal, mana ada yang mau beli jajanan tradisional mas, “.

“Kamu sudah sekolah? “.

“Saya pernah sekolah, tapi si ibu untuk makan sehari hari kami saja sudah banting tulang, saya gak mau sekolah lagi, buat ibu tambah kurus,” anak jalanan ini merapikan keranjangnya dan hendak melanjutkan mimpi yang tak bertepi, ” saya pergi ya mas, “.

“Eh sebentar, mas minta dibungkusin grontol satu, gatot juga, dengan yang ini, apa namanya ini? ” Lelaki ini tanpa sepengetahuan si anak, merekam aksinya membungkusi satu persatu jajanan.

“Ini tiwul mas, semuanya 10.000, “.

“Nama kamu siapa?”.

“Endra mas,”.

“Mas, Yoga. Endra berjualan di sekitar jalan ini aja kan,”.

“Iya mas, makasih banyak ya mas, “.

“Laris ya,”.

Endra si anak jalanan menjauhi Yoga, menjauhi mesjid. Kembali melanjutkan pergulatan sengit, bersama anak jalanan lainnya.

“Gaes enak banget nih, rasanya bikin nostalgia kampung halaman, masih ingat jajanan tradisional, seperti getuk, tiwul, banyak lagi deh. Semoga kalian beruntung menemukan Endra si anak jalanan penjual jajanan tradisional. Check video ini deh” jarinya masih sibuk berkelahi dengan layar smartphone 4G miliknya.

Yoga berbagi kebaikan dengan menginformasikan jajanan Endra ke semua sosial media miliknya, instagram, facebook, twitter, bahkan youtube. Dengan kecepatan transfer data yang stabil dan kencang dari XL 4G LTE, tidak perlu menunggu waktu lama untuk upload ke youtube menggunakan smartphone. Yoga telah berbagi sedikit kebaikan bersama XL 4G LTE, karena XL 4G LTE #4Goodness.

Tidak lama, hitungan menit setelah Yoga share cerita tentang jajanan tradisional milik Endra, di persimpangan lampu lalu lintas mendadak macet.

“Endra!, mas Tiwul ya bungkus, ” teriak dari arah minibus putih di sana.
“Sebentar mas, “.
“Aku grontol satu, getuknya juga, ” pesan wanita dari mobil mini coper merah muda.
“Iya mbak, sebentar, “.

Sebentar saja, jajanan Endra habis, Endra pun bisa pulang tanpa perlu sendu menatap wajah ibunya.

storiette ini diikutsertakan kontes Blog M bersama XL 4G dan mendapat tempat pertama, tulisan terkeceh. Makasih XL

Teh Botol

Itu hari adalah hari di mana semua hari tidak penting baginya, ribuan hari yang disesapinya dalam tiap desahan nafas berhenti dalam satu menit. Menit yang tidak terlupa dalam benaknya, terngiang di kepalanya selalu. Lamat – lamat wajah wanita di sudut itu muncul lagi untuk sekian kalinya, tersenyum kepadanya.

Siang yang terik tidak seterik seperti dirasakannya, berbeda di dalam kafe kecil itu. Walaupun hanya baling kipas yang menyemburkan angin, sepertinya bisa menaklukkan panas matahari yang menghujam kulit – kulit mereka. Mereka yang keluar dari kafe berbeda saat mereka masuk.

“Hi” wanita itu menyapanya. Menyapa dia yang terbodoh melihat wanita seramah dia. Tidak berparas ayu tapi bagai oase di teriknya panas itu.

Masih dalam keadaan tidak sadar, dia meyakinkan dirinya apakah benar wanita tadi menyapa kebodohannya. Mengintai dari jendela kafe, dia dapati wanita itu duduk di sana, dia memperhatikannya dari luar sini sampai mata mereka bertemu dalam satu pandang. Wanita itu senyum untuk kedua kalinya, senyum lagi. Belum sempat lelaki ini membalas senyum wanita itu seseorang menepuk bahunya dari arah belakang.

Lelaki ini sekarang duduk dengan mata membelalak ke seluruh ruangan. Duduknya hari ini di kafe adalah dudukan ke tujuh. Masih ulet menyembangi kafe itu hanya demi sosok senyum seorang wanita itu hari. Tapi tidak ada wanita itu hari kunjung datang, malahan pelayan dengan senyum basi datang. Senyum paksa bukan senyum yang lahir dari hati, senyum SOP, senyum 900.000rupiah.

“Mas pesan apa,”.

“Saya pesan . . ,”.

“Mas pesan teh botol kan? Makanannya nanti kan?”.

“Iya,”.

Ternyata lelai ini cukup terkenal di kalangan pelayan. Terkenal karena gunjingan yang beredar, bahwa ada seorang pelanggan misterius sedikit bicaranya dan pesanannya teh botol, selalu teh botol.

Perlahan menoleh ke arah belakang, berdiri dengan tubuh buncitnya dan berusaha dia palsukan. Buncit tetaplah buncit.

“Maaf mas, mas mengganggu kenyamanan pelanggan kami,”.

“Pak satpam, saya tidak berbuat apa-apa,”.

“Tapi mas mengganggu kenyamanan pelanggan kami, maaf mas, mas harus pergi,”.

“Tapi pak satpam,”.

“Tidak perlu saya berlaku kasar terhadap mas, mas harus pergi,”.

Dia pergi menunduki jalan setapak terotoar kafe, berusaha mengintip sudut kafe itu. Wanita itu sedari tadi melihat adegan percakapannya dengan satpam tadi. Saat dia melihatnya, wanita itu mengangkat teh botolnya seakan menawarkannya minum. Tapi dia terlalu fokus terhadap senyumnya. Senyum wanita itu.

Gunjingan semakin merebak ke seisi kafe, tapi dia tidak peduli. Dia hanya menanti pemberi senyum, karena pikirnya dia harus membalas senyum itu. Bukannya dia tidak sanggup membayar pesanan lain, namun hanya teh botol yang bisa dia beli. Benar kata mereka yang berbual di ujung bar kafe.

“Tau gak kamu orang itu, tiap hari pesanya teh botol saja,”.

“Iya kata pelayan lain juga gitu, gosipnya dia ingin balas dendam dengan satpam yang dipecat seminggu yang lalu,”.

“Satpam? Bang Darto maksudmu,”.

“Iya, bang Darto mengusirnya saat itu, kata bang Darto sih dia pengemis,”.

“Gak mungkin dia pengemis, dengan baju bagus seperti itu. Tidak mungkin dia pengemin,”.

Tidak salah obrolan mereka mencerca di belakangnya, tapi kurang tepat tuduhan pengemis. Karena dia tidak meminta-minta, orang lainlah yang memberi.

“Aku harus membalas senyumnya, tapi dengan pakaian gembel ini, mana bisa aku masuk kafe itu, aku harus ngamen lalu beli baju bagus, lalu membeli teh botol seperti wanita itu, lalu membalas senyumnya,”.

Kamera Canon SX 400 IS

Kamera Canon SX 400 IS

img src. pinterest

Kamera Canon SX 400 IS – Yoga adalah sebuah nama yang biasa dan terlalu biasa karena aku hanya orang biasa. Berbeda dengan kamu yang memiliki impian termegah mengelilingi dunia, merengkuh keindahan semua tempat wisata. Dubai, Abu Dhabi, Jepang bagiku seperti nama tempat pelampiasan kepenatan setelah kamu terkurung dari sisi lain dunia. Tapi kamu semua ingin merengkuh mereka; sebuah tempat wisata penuh keeksotisan dan keindahan panorama. Dan kamu bahagia. Awalnya aku, menginginkan dengan sangat sebuah kamera dari tokocamzone.com namun setelah membaca di blog tentang pengharapan kamu semua. Aku sadar alasanku tak berdasar dibandingkan semua impian kamu tentang destinasi wisata. Ikutan Kuis Berhadiah Kamera Canon SX 400 IS – PergiDulu.com tidak lain bila menang, hanya ingin menjadikan kamera tersebut sebagai benda yang berguna.

Kamera Canon SX 400 IS

img src. pinterest

Hiruk pikuk keceriaan akan kubekukan dengan kamera Gembira membuncah ingin kubekukan dengan kamera Momen bersama harus kubekukan dengan kamera Tanpa kamera canon hanya ada merindu yang tersisa

Tak layak aku mendapatkan kamera, karena bagiku kamera hanya untuk membekukan waktu. Kamu semua harus membawa kamera canon untuk melanjutkan mimpi merengkuh sisi lain dunia. Hagia Sophia sebuah mimpi Tentang sisi lain dunia, aku jadi ingat sebuah nama. Hagia Sophia. Mungkin beberapa tahun sebelumnya. Aku punya seorang teman, kamu cukup mengenalnya sebagai sosok dia. Dia yang mengajarkanku akan mimpi dan realitasnya.

“Loe kok suka banget ama hujan,” itu hari aku bertanya. “Karena hujan itu hening, loe juga harus punya sebuah kesukaan dong,” jawab dia. “Akhir – akhir ini gw suka dengan sebuah tempat di Istanbul, Turkey. Hagia Sophia,” aku berkata. “Nah, jadikan Hagia Sophia sebagai destinasi mimpi loe, agar loe makin semangat jalani hidup,” pernyataan dia.

Hanya sekedar mimpi namun tak nyata. Dan aku tahu jauh dari mungkin untuk pergi ke Hagia Sophia. Tapi memimpikannya saja sudah cukup bagiku agar aku lebih semangat untuk mencapai sebuah mimpi itu agar menjadi nyata.

Sejenak aku terpikir, bisakah mimpi itu tercapai di tahun 2015, realitasnya? Tidak penting, yang terpenting cukuplah bermimpi dan berusaha.

Mengapa aku suka Hagia Sophia, tempat itu awal fungsi adalah gereja, ada secuil cerita tentang Byzantine disana. Kemudian beralih fungsi menjadi mesjid saat Konstantinopel ditaklukkan Kesultanan Utsmaniyah, Hagia Sophia. Dan saat sekarang ini Hagia Sophia menjadi menjadi museum yang sangat mempesona. Mungkin itu bisa jadi rencana perjalananku di tahun 2015 walaupun sepertinya realitas jauh dari nyata.

Kamera Canon SX 400 IS

img src. mollyta

Kamera Canon SX 400 IS

img src. mollyta

-0-

Storiette ini diikut-sertakan di kuis pergidulu.com yang berhadiah Kamera Canon SX 400 IS disponsori oleh tokocamzone.com