Celotehan Kursi Taman 10 final part #nulisrandom2015

Mimpi apa aku kemarin, seperti ada yang beda. Arah angin sama seperti sedia kala, sinar sayup senja sama seperti sorenya, ranting pohon masih menari, kesatria pagar masih kokoh, primadona masih menjadi incaran. Ada yang beda, aku masih mengingat mimpiku, mungkin ada petunjuk disana. Tapi aku lupa, aku tidak bisa tidur, seperti mereka.

Senja kali ini sesak, ramai, riuh, membludak. Bukan karena hari besar, bukan karena hari libur, sepertinya ada yang menggugah mereka. Disana ada yang bermain layang lalu diganggu ranting pohon, di ujung sana ada pasangan yang bersandar pada kesatria pagar, kemudian semua temanku di taman memiliki karisma tersendiri.

Aku juga seperti biasa menjadi tempat singgah, bergantian. Ramai di sini dan di sana menghabiskan waktu, tulisan lagi. Aku jadi teringat seseorang yang pernah menulis di persinggahannya. Menulis di sebuah kertas lalu meletakkannya di amplop. Apakah akhir – akhir ini menulis menjadi trend mereka. Di sana dan di sini menulis lalu memasukkannya ke amplop, ditinggalnya pergi. Menyampah tentunya.

Aku kalap, untuk apa ramai kalau menyampah. Aku menghasut, pergilah kalian dengan sampah kalian. Aku bingung, apa yang merubah mereka menjadi sering pergi ke taman. Entahlah, sebentar diantara mereka ada yang menyinggahiku.

“Kamu tau? Ternyata taman ini bisa mengerti apa kemauan kita,”.
“Iya aku juga melihat pemberitaan di televisi, tentang seorang hakim yang mencoba bunuh diri,”.
“Yang paling istimewah, setelah itu dia hidup bahagia dengan anak lelakinya yang sudah bertahun tidak bertemu,”.
“Benar, aku juga ingin menulis keinginanku di taman ini. Apa keinginanmu,”.
“Semoga taruhan bolaku kali ini menang, soalnya lebaran sudah hampir dekat,”.
“Lah, kok bisa sama. Kalau aku semoga nomor lotereku terpilih. Si Tati udah mintak kawin melulu,”.

Lihat, mereka pergi meninggalkan sampah. Aku tak mengerti cara pikir mereka.

Semestaku ramai, dan kotor.

Cek rival nulis saya

Septian Hadavi
Indriani
Sejati Ayu Putri
Ririn Anindya
Tjut Nurul Habibah
Ajeng Sulistio
Mahdiyyah

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s