Celotehan Kursi Taman 9 #nulisrandom2015

Aku diciptakan perantara mereka-para manusia yang selalu saja menciptakan hal-hal tidak bermakna. Terkadang menciptakan sesuatu hanya untuk melampiaskan hasrat seketika, tapi inilah aku jadinya. Menghiasi taman ibu kota. Terkadang sebagai tempat singgah para pelacur, duduk menunggu. Atau sebagai sarana penitipan barang haram. Pernah juga sebagai tempat tidur seorang wariah. Aku penuh persinggahan, tapi apakah mereka pernah bersyukur akan terciptanya aku. Sepertinya tidak.

Bukankah bersyukur adalah cara terbaik memaknai hidup. Kalau begitu mungkin saja selama ini mereka mati, hanya jasad yang seliweran di dunia.

Tapi aku pun tidak tau pasti, karena seisi bumi punya cara tersendiri untuk mensyukuri hidup. Terlelas mereka adalah pelacur, bandar narkoba, wariah, bahkan batu, daun, ayunan, lampu, pagar, bunga, daun, dan seisi taman ini.

Karena bukti syukur, adalah urusan satu arah. Hanya sang pencipta dan ciptaannya.

Lalu, siapakah penciptaku agar aku bisa bersyukur telah diciptakan

Cek rival nulis saya

Septian Hadavi
Indriani
Sejati Ayu Putri
Ririn Anindya
Tjut Nurul Habibah
Ajeng Sulistio
Mahdiyyah

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s