Surat buta 9 #nulisrandom2015

Teruntuk tuan pemilik mata

Untuk kali ini sepertinya semua tidak bersahabat lagi. Ruangan yang selalu sesak, tidak terlalu. Tempat duduk yang ramai, terasa hikmat. Hening dari sini. Mungkin ada yang salah dengan pola makan pagi ini, atau tidurku yang tidak nyenyak beberapa hari belakangan. Saat kulihat sekelilingku, ditengah keramaian yang hening, sesak yang hikmat, ada sepasang mata yang menerawangi. Memperhatikanku. Tapi tidak kutemui pemilik sepasang mata tersebut. Hanya saja pandangnya terlalu sinis, atau hanya perasaanku saja.

Dari awal aku menulis, mengapa selalu saja sepasang mata tersebut mengikutiku. Ketika aku menulis di ruang kerja, di mobil, di jalanan, di taman, bahkan dimana pun aku menulis sepertinya dia-sepasang mata itu memandangku dengan acuh. Aku cari tau tapi hilang lagi, tidak ada sesiapa. Tapi lama kelamaan aku mulai akrab dengan ketakutanku, seperti teman lama yang enggan, kami saling mengerti satu sama lain. Sepertinya dia menunggu waktu yang tepat untuk berbicara padaku.

Hari ini saat aku tak menulis, dia memandang dalam kasat.

Cek rival nulis saya

Septian Hadavi
Indriani
Sejati Ayu Putri
Ririn Anindya
Tjut Nurul Habibah
Ajeng Sulistio
Mahdiyyah

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s