Celotehan Kursi Taman 8 #nulisrandom2015

Pagi yang beranjak meninggi, angin yang masih murni, aku suka. Siluet langit memerah dari balik ranting pohon dekat sang primadona. Abaikan primadona, aku hanya suka suasana pagi. Rumput bernyanyi irama embun, simponi aroma hijau daun. Dari tempatku, jelas tiap sudut semesta kecil ini. Biarkan aku sekali lagi menikmati pagi.

Buta, pagi tidak pernah buta. Mereka salah, tidak mungkin pagi buta. Hanya saja mereka tidak pernah menikmati pagi, pagi yang kumaksud adalah saat embun masih menggantung serta rumput dan daun sedang tertidur. Keberkahan pagi hilang, mengapa pagi terlalu sebentar. Siang, dan malam memonopoli pagi. Aku suka pagi sunyi.

Pagi tak lagi sunyi, udara kini berpolusi, nyanyian embun tak terdengar lagi, hanya ada kendaraan mondar-mandir tak tentu arah.

Cek rival nulis saya

Septian Hadavi
Indriani
Sejati Ayu Putri
Ririn Anindya
Tjut Nurul Habibah
Ajeng Sulistio
Mahdiyyah

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s