Surat Buta 8 #NulisRandom2015

Teruntuk yang terlupa

Seakan awan bernyanyi sendu pada langit, mendung datang. Seakan daun enggan bersama dahan, musim gugur datang. Semua datang tiba-tiba, masuk paksa, bersamaan hingga berjejal di kepala. Seorang tua, seorang muda, hampir semua yang terlupa datang kembali. Bom waktu yang telah meledak menjadi ingatan, aku termenung kaku, paluku bisu.

Biasanya penundaanku datang karena sebuah kesepakatan, hari ini tertunda. Semua tercengang, aku pun heran. Pikiranku berhimpitan, datang terus-menerus tidak berhenti. Satu, dua, tiga kepalaku penuh sesak atas apa yang terlupa.

Semua datang bersamaan.

Cek rival nulis saya

Septian Hadavi
Indriani
Sejati Ayu Putri
Ririn Anindya
Tjut Nurul Habibah
Ajeng Sulistio
Mahdiyyah

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s