Surat Buta 5 #nulisrandom2015

Teruntuk udara

Ini surat ke lima, kali ini entah kenapa tertuju untuk udara, aku dan mereka para pengguna yang tak pernah puas. Syukur pun tak terucap, tertahan oleh ego atau kesibukan yang membudak. Kami barisan budak dunia.

Mereka seakan mengerti masalah tuntutan, menuntut sebuah kewajiban atas hak yang telah diterima. Hanya saja dalam konteksnya tidak memiliki arti, seperti simbiosis tak bersebab. Pajak dibayar oleh si kaya untuk memenuhi hak mereka yang belum kaya. Namun akhirnya, pajak hanya sebagai lahan judi. Aku pun ikut berjudi di dalamnya, mengadu nasib mempertaruhkan takdir.

Hei pengguna udara, sudahkah membayar pajak untuk semesta.

Check tulisan my rival dalam #nulisrandom2015

Septian Hadavi
Indriani
Sejati Ayu Putri
Ririn Anindya
Tjut Nurul Habibah
Ajeng Sulistio
Mahdiyyah

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s