Celotehan Kursi Taman 3 #nulisrandom2015

Embun masih tertahan di dedaunan, goresan awan diterpa sinar matahari, angin membawanya berlari menghadirkan aurora pagi. Wangi tanah dipadukan semerbak hijau klorofil, semangat tercurah. Aku selalu merindukan pagi di setiap sepinya malam. Aku memandanginya dari sini, namun hari ini berbeda. Dari sudut ini goresan awan terhalangi.

Mereka menggantung disana, bergerak maju dan mundur. Bahagia sepertinya terpancar, sekedar menetralisir penat selepas jogging. Dia menjadi primadona taman semenjak terlahir, kami dan penduduk taman tidak mengerti jalan pemikiran sang pencipta. Mengapa ada makhluk taman tercipta seangkuh dia.

Aku benci saat dia mengayun, terlihat begitu angkuh dan sombong. Seakan menertawakan keterpurukan kami. Secara senyap kami setuju membentuk koloni, secara bersama merancang agar dia tersingkir dari taman. Kami sudah membuat serangkaian agenda untuk sabotase hari – harinya. Terakhir yang dibutuhkan adalah doa.

Aku dan kami selalu benci dengan ayunan.

Check tulisan my rival dalam #nulisrandom2015

Septian Hadavi
Indriani
Sejati Ayu Putri
Ririn Anindya
Tjut Nurul Habibah
Ajeng Sulistio
Mahdiyyah

Iklan

5 pemikiran pada “Celotehan Kursi Taman 3 #nulisrandom2015

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s