Celotehan Kursi Taman 2 #nulisrandom2015

Sore itu aku menanti hujan, mungkin kamu hanya tau hujan hanya air yang turun dari langit. Dalam arti luas hujan adalah keberkahan langit untuk bumi. Aku sudah lama bersahabat dengan hujan. Memang damai, memang hening, sederas apa pun hujan jatuh.

Tapi hari ini, hujan bersikap lain, hanya singgah dan jatuh lagi. Kami tak bertegur sapa, taman sore ini benar hening dan senyap. Mungkin hujan marah karena taman terabaikan, atau sekawanan hujan sedang malas. Aku tidak mengerti hujan. Apa yang membuatnya tidak menegurku. Warna catku baik – baik saja, masih kilap seperti biasa. Aku bingung.

Aku melihatnya berharap, hujan menyapaku dan aku membalas sapaannya. Lalu kami membual tentang langit yang selalu meninggi, bumi yang selalu merendah, kadang juga angin yang selalu hilang. Apa yang salah dengan hari itu, sore itu.

Rumput juga berbisik, ada yang lain dengan perangai hujan. Temu ramah tidak lagi nyata. Perihal sampah, menjadi punca. Hujan tak lagi sama.

Check tulisan my rival dalam #nulisrandom2015

Septian Hadavi
Indriani
Sejati Ayu Putri
Ririn Anindya
Tjut Nurul Habibah
Ajeng Sulistio
Mahdiyyah

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s