Celotehan Kursi Taman 1 #nulisrandom2015

Hembusan angin sama seperti biasa, menjatuhkan daun yang mulai jenuh bertengger pada dahan. Lalu terbawa angin seakan menari bebas, mengelilingi semesta. Para bunga di sana menyambut riang kedatangan kumbang, seperti pasangan tak sabar dinikahkan. Siklus yang damai dan begitu indah

Namun, tanpa keberadaanku taman seindah apa pun tidak akan sempurna. Sebagian dari mereka berpikir aku hanya sebagai pelengkap, tak sedikit juga yang mencemooh keberadaanku. Seandainya mereka peka, aku adalah pemeran penting dalam diorama taman ini. Sedikit dari mereka peka.

Aku punya teman seperjuangan, sama berjuang agar keberadaan kami diakui. Dia, selalu tanpa pamrih menyinari sekitaran agar keindahan taman tetap terjaga dan bisa dinikmati, ketika tuan pemilik siang tertidur.

Sangat disayangkan, demi kebutuhan mereka sebagai pelampiasan khalwat. Temanku mati, tidak terang lagi dirusak mereka yang hanya ingin melampiaskan khalwat. Taman tak lagi indah saat malam.

Check tulisan my rival dalam #nulisrandom2015

Septian Hadavi
Indriani
Sejati Ayu Putri
Ririn Anindya
Tjut Nurul Habibah
Ajeng Sulistio
Mahdiyyah

Iklan

3 pemikiran pada “Celotehan Kursi Taman 1 #nulisrandom2015

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s