Im not the only one

Geladak bumi seperti tak mengizinkan para pelaut menurunkan jangkar. Dunia diarungi terpaksa. Tanpa bekal, kompas, dan maklumat tentang arah angin. Layar terkembang semaunya, angin mengantarkan para pelaut mencari sudut dunia sebenarnya. Damai, tempat terhempasnya semua peluh akan rindu.

“Huray”

Mulut mereka mengangah, meneriaki kebahagian. Masih jauh, namun tampak di pelupuk sana. Lagi dan lagi jangkar tak sependapat, kembali laut diarungi ke sudut sebuah bahagia. Bahagia? Aku dan di antara mereka tak paham arti itu, tapi yakin ada. Dan kembali sorak, mata binar.

Seperti tak ada ujung, rindu ini semakin tak jelas. Aku gila? Mungkin, tapi aku tidak sendiri. Dengan yakin, rindu kami ada pemiliknya. Kamu, dia, orang itu mungkin saja.

Kamu.

Flash Fiction ini ditulis untuk mengikuti program #FF2in1 dari Tiket.com dan nulisbuku.com #TiketBaliGratis

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s