Ramadhan Lalu

Tak Seharus

Tersirat kekasatan sebuah lembaga

Menyentuh nurani setiap manusia

Menceraikan budi yang sudah ada

Habis sudah semua citra

Kezaliman disebut sebuah upaya

Untuk mengharumkan yang sudah nyata

Yang seharusnya tak perlu semestinya

Diluar batas kewajaran kata – kata

Hakikatnya mereka hanya tertawa

Melihat tingkah kaum kita

Karena mereka sudah berjaya

Menyulut sebuah anak panah

Sebagai insan harus lebih terbuka

Untuk menganggapi sebuah masalah

Selamat Pagi

Mentari menyongsong sinarnya tanpa ragu akan kata

Menyapa setiap raga yang bersemayam lembaga di dalamnya

Menentramkan jiwa sepi rindukan asal mula dahulu kala

Menyejukkan nurani yang dambakan surga

Masih terngiang di benak tiap bait seruan-Nya

Menggema menyusuri sudut ruang dunia

Mengukir indahnya kalimah di sebaris kata

Monoreh kepalsuan yang menyelubungi mata

Menjelma ketenangan di setiap bunyian yang masuk telinga

Menghiasi dinding – dinding kamar sejumput makna

Menyesatkan pikiran terlarut oleh mahsyurnya dunia

Melupakan tenggang masa yang bersifat sementara

Merenung tiap detik langkah kaki berkata

Memikir sejenak arah pandang kedipan mata

Menuturkan sebuah belati dari lidah bersuara

Menangis raga bersemayam tiada berguna

Menghembus nafas terbuang sia – sia

Melangkah terbiasa di gelap haluan mata

Menjagal setiap kepalsuan dunia dengan kasatnya

Meninggalkan penyesalan pada akhirnya

Sesal

Tangis menitiskan air tak bernyawa

Tangis melihat nafas terbuang sia-sia

Tangis mengingat kelakuan dahulu kala

Tangisku sujud di kiblatNya

Tangis merenungkan nafas yang terbuang

Tangis memikirkan setiap detik yang hilang

Tangis raga merenungkan yang terkenang

Tangisku di padang gersang

Tangis syukur terucap perlahan

Tangis anak manusia memohon ampunan

Tangis istighfar di pertengahan bulan

Tangisku merenungkan badan

2011 lalu, di suatu tempat, bernama jiran.

Iklan

6 pemikiran pada “Ramadhan Lalu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s