Dia, Mengantarai Mereka at Mokka Coffee Medan

Mokka Coffee Medan

Malam tak lagi sama, hari pun telah berbeda. Di luaran hanya membising mengadu waktu. Berburu detik yang tak pernah hinggap lagi di peraduan mereka. Meninggalkan setiap lowong setapak kenang. Bathin pun mencari arti damai. Tak semua selidik tertuju jalan pulang, tersesat di dunia fiksi dengan alur ditentukan sang penggurat makna. Aku hanya penunggu mereka yang tersirat di sini Mokka Coffee, dan berlalu pergi meninggalkan jalan Sunggal no 63A – Resting Point SPBU Pertamina.

“Hai Mokka,” serak bersuara. Terbuka, pintu cermin tembusan pandang ke luaran realita. Dunia mereka para pengembara, disambut dewa dan dewi.

“Hai Yoga,” ku kenal pengembara satu ini berjudul Yoga dari dewi pustaka pemilik aku dan teman sepustaka. Mungkin dia judul minoritas, seperti aku.

“Bang Zak, minta Cold Brew ama Chicken Burger Mayonaise,” teriakan seperti petarung mengenal lelah. Sang dewa pemilik lantai meja bar menyunging rona senyum.

“Ok Ga. Sendiri aja malam minggu, gak bosen ama kesendirian,”.

“Haduh, jangan bahas kesendirian bang Zak,”.

Lalu pengembara mengedar ke seisi ruangan, menilik singgasana menyematkan peluh. Berbaur dengan para pemburu waktu. Aku hanya di sini berdiri kaku mengantarai mereka. Seperti hyena sedang menunggu kelengahan. Tak pernah lengah.

Udara yang berhambur mengintai jagad ruangan ini. Cermin kaca tak lagi membiaskan mata. Yang ada hanya mereka mengintip remang yang mengharu dahsyat. Lolongan kendaraan, jeritan silinder gas buang, ricuh di jalanan. Dan mereka di sini, menyirat dengan cemilan ditambah seduhan kopi. Aku masih menunggu.

Aku dan beberapa pertemananku mengiri, sepupunya baru terlahir mengenal dunia telah merebut perhatian mereka. Sekejap menjelma menjadi bintang yang bersinar tanpa redup. Aku tak pernah redup namun tak akan menjadi bintang. Gelombang berubah pongah.

Pemilik kata tak ragu bersuara, melempar canda tanpa tentu arah. Di sana dan di sana, di sini hanya ada dia berjudul Yoga. Menyeruput kopi seperti mengesan kenangan lama yang sulit dijejak. Hening dengan kesendiriannya. Para teman pustaka tak berharap banyak untuk disinggahi dan disiratkan klausa mereka dengan pemburu yang menyendiri dalam kesendirian. Aurora ruang membiru.

Aku terpaksa memandang, dan dia tertatap diam. Dalam satu waktu, satu kilatan cahaya, aku dan sorot matanya mengenal. Seperti teman lama yang dipertemukan kembali oleh penghujung waktu, namun malu untuk menyapa. Kaku tanpa sebarang kata, sekadar pandang lalu hilang. Hasrat itu menggugahnya bangkit dan menegurku, aku di sini yang berdiri sejak lama menunggu dia dalam barisan rak buku. Danur, kita bertukar judul.

Tak pernah lelah

Aku masih menunggu

Gelombang berubah pongah

Aurora ruang membiru

Danur, kita bertukar judul.

Mokka Coffee Medan

-0-

Mokka Coffee and Eats, adalah coffee shop dengan sentuhan design ruang bergaya indie tepat di jalan Sunggal no 63A – Resting Point SPBU Pertamina, Medan. Jam buka 10am – 10pm/ off day – minggu. Menyediakan kopi dari berapa varian biji kopi dan disertai menu makanan seperti Tongseng Kambing, Rice Chicken Katsu, dan banyak lagi.

Cafe Nyaman di Medan

Cafe Nyaman di Medan

Iklan

2 pemikiran pada “Dia, Mengantarai Mereka at Mokka Coffee Medan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s