Tema Lebaran Secuil Cerita Singkat (Flash Fiction)

Pulang

Bus Damri berdesakan penumpang, anak Adam kembali pulang setelah lama hilang. Penculikan dari tempat kelahiran bertahun lamanya menyisakan kenang. Mama dan papanya menculik dia dari tempat kelahirannya, tempat dimana dia dahulu bersama teman menangkap belalang. Namanya Medan, kini dia disini hampir petang, bersama gundukan ransel melilit di pinggang. Dia pulang, seperti angin meniup kesendirian ilalang.

“Disini tidak banyak yang berubah, aku hampir bisa menutup mata, berjalan sampai ke rumah nenek” serapahnya sambil berjalan, sepatu gunung melahap jalanan desa penuh hikmat.

“Tidak banyak berubah, sama seperti Medan yang tidak banyak berubah, sejak aku mengasing ke tempat lain bersama ibu dan bapak. Semuanya tampak sama seperti 20 tahun yang lalu” ocehan dalam benaknya sejalan hampir mendekati rumah tua.

-pintu rumah tua itu-

Aku melihat sekitar, semua mengetatkan muka saat berbicara, aku tidak mengerti.

“Sampai kapan pun, aku tidak akan pernah ke rumah ibu lagi”

“Kamu lagi emosi, gak baik ngomong seperti itu”

Mama menggandengku keluar rumah, mama menangis, nenek menangis. Aku tidak mengerti orang dewasa, mungkin tumbuh dewasa agar aku mengerti.

-pintu rumah tua ini-

“Assalamu alaikum, nek”
“Waalaikum salam, kamu sudah besar ya, mamamu mana”
“Nanti nyusul nek”
-ringtone hp-
“Hei, jangan buat mama panik, kamu dimana”
“Pulang ke rumah nenek, mama kesini kan?”
“Iya, mama kesana” isak tangis diujung talian.

Sendal

Kabar burungnya yang berterbangan di telinga penduduk kampung bahwa ada sebuah keganjilan setiap hari senin. Penduduk membesarkan dan tidak sedikit yang menambahi cerita miring tersebut. Sampai – sampai aku terkilan perkara hari senin itu, penduduk kampung berhasil mencekoki pola pikirku. Karena idul fitri tahun ini jatuh pada hari senin. Aku menangis dikelilingi takbir, seraya mengingatkanku sebelum aku menyandang gelar nama Almarhum di depan nama pemberian ayahku, sendalku hilang di hari senin, kata mereka malaikat jibril memindahkan sendalku ke surga.

Baju Raya

Titis air dari mata itu tak tampak lagi, mungkin mengering disapu puing kenang terkabur samarnya ingatan. Pagi sendu menyeruak haru di kamar papan kardus. Haru bahagia, hari penuh berkah, takbir menyeru.

“Semua baju sama saja mak, selalu baru di mataku. Aku pergi sholat ke masjid ya Mak. Assalamu alaikum”

“Wa’alaikum salam, Mat”

Senyum menyungging terlukis di rona muka, sesekali gigi taringnya mengintip disela senyum. Dipandanginya sekeliling semua tampak sama-gelap dan damai. Bertabur rahmat setiap celah jalan menuju masjid bersama kaki ketiganya. Gontai tidak. Gagah menyambut ramadhan bersandang baju raya dari ibu sapihnya.
Ibundanya entah dimana mungkin raib ditelan aib, yang ada hanya emak. Tegar, sabar, pekerja keras. Dari emak dia belajar banyak tentang arti berserah diri. Allah SWT. Hak-Nya memamerkan kebesaran-Nya karena memang Allah Maha Segalanya, dari emak dia dipupuk kecintaan mendasar tentang agamanya, nabinya dan Tuhannya.
Waktu memiliki cara tersendiri mempertemukannya dengan emak. Emak sungguh ingin punya anak, dalam tangis doanya emak. Hujan yang mengguyur rumah papan bertambal kardus malam itu. Seorang bayi lelaki kedinginan hampir sekarat lalu emak membawa masuk bayi itu, yang dia tahu sekarang adalah anak lelaki kesayangannya. Rahmat namanya, semoga setiap hela nafas selalu mendapat rahmat dari Allah, harap emak.

“Rahmat, maaf Mak gak bisa belikan baju baru” tangis terucap emak ke anak lelakinya yang buta.

ketiga flash fiction berikut diikut sertakan kontes menulis 1435 karakter dari thumbstory, dan yang bertajuk Pulang masuk list untuk dijadikan eBook kumpulan flash fiction thumbstory

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s