Rona

Siapa aku? Terkadang aku mempertanyakan keberadaan jasad bernyawa ini, mempertanyakan untuk apa jantung ini mendistribusikan darah setiap saat, mempertanyakan setiap hembusan bergantinya CO2 dari O2, mempertanyakan siluet yang tertangkap oleh indera.

Semakin aku bertanya semakin aku tersesat tanpa menemukan pernyataan yang menegaskan pertanyaanku. Dan Tuhan, apakah dia punya jawaban dengan apa yang kupertanyakan, akankah Beliau menjadi titik terang di tengah kegelapan kerumunan malam, adakah Dia mengerti arti hidupku. Buat apa Kau menciptakan siang kalau malam sebuah kedamaian, apa gunanya cahaya kalau gelap sebuah ketenangan. Mungkin tuhan terlalu sibuk untuk mendengarkan semua keluhan makhluknya yang ada di seluruh jajaran gugus bintang bima sakti.

Wahai Tuhan dari segala Tuhan, apakah aku begitu hina, apakah aku terlalu nista, begitu terkutuknya aku dimata mereka. Aku salah satu makhlukmu sama seperti dia dan mereka. Mengapa ada batasan aku dengan dia. Aku hanya terpaku setiap malam memandang keindahan pesona wajahnya, untaian rambut yang disapa angin, langkah kakinya menyapu jalanan. Dari jarak pandang tempatku berdiri sudah jelas terpancar pesona yang menyejukkan bathin ini. Setiap alasanku untuk hidup hanya dia jawabannya.

Siang yang menyengat kerumunan manusia .Siang yang tanpa ragu akan menusuk setiap lapisan kulit mereka. Siang yang begitu berbeda dengan malam yang aku punya. Siang ini juga pertama dan begitu berbeda. Berbeda dalam artian sebenarnya namun tetap sama. Aku makhlukMu yang sepertinya sama dengan mereka. Ini hanya untuk dia, dia yang di malam-malam itu, malam yang selalu aku inginkan, ingin untuk selalu bersamanya. Seperti malam-malam itu, siang ini pun aku hanya bisa memperhatikannya, mengikuti arah kakinya menyapu jalan disiang hari. Aku belum siap untuk menemuinya, belum siap untuk bertatap muka dengannya. Belum siap dengan aku yang sekarang yang begitu berbeda dari yang kemarin.

Mengapa dia begitu terburu-buru, dia berlarian tak tentu arah. Ketakutan terpasang diraut wajahnya, siapa yang dia takutkan. Aku? Aku hanya ingin tahu namanya. Apakah dia tahu aku mengikutinya dari tadi pagi. Sejak kapan dia sadar, apakah sejak dia terbangun menyapa pagi dan menyibakkan tirai jendelanya, ataukah sejak di apartemennya saat dia tersenyum manis dengan pengantar susu, mungkinkah saat dia sarapan di restoran cepat saji ketika aku berdiri dengan lembaran kertas koran sesekali memerhatikan dia bagaikan agen investigasi memata-matainya. Aku tidak ingin kehilangan dia, walaupun itu sepersekian detik. Aku harus mengejarnya kemanapun dia melangkahkan kakinya.

Dia berhenti langkah kakinya mulai perlahan itu pertanda bagus. Biarkan aku memperhatikannya dari kejauhan sepertinya itu sudah cukup. Siapa lelaki berseragam yang berbicara dengannya, diakah yang disebut polisi. Mengapa sepertinya begitu akrab lelaki itu dengan wanitaku. Apakah semua polisi memang begitu ramah dengan semua manusia, mungkin dia cukup ramah juga denganku. Polisi itu mengalihkan pandangannya kearahku, berjalan kearahku. Aku sepertinya harus membuka lembaran koran ini agar terlihat biasa. Polisi itu menyapaku, dan sepertinya berbicara tentang koran yang aku baca ataukah juga tentang kartu pengenal. Tapi aku tidak mengerti bahasanya, tidak mengerti bahasa mereka, dan begitu juga aku tidak mengerti bahasa dia. Aku hanya mengerti keindahannya yang selalu terpancar dari dirinya. Aku mencoba lari dari polisi tersebut, namun reaksiku telah terbaca. Polisi tersebut dengan cepatnya memborgol tangan sebelah kananku. Kejadian tersebut begitu singkat, saat polisi hendak memborgol tanganku yang satunya. Aku cepat bangkit dan lari dibalik kerumunan manusia yang serba sibuk. Sibuk dengan semua hal yang bahkan mereka tidak mengerti apa yang mereka sibukkan.

Semua orang dijalanan sentak membungkukkan badannya seraya mendengar letusan suara yang begitu keras. Polisi tersebut masih mengejarku dari jarak 20 meter. Sepertinya aku harus masuk ke gang kecil yang diapit apartemen. Ternyata gang ini buntu, sepertinya aku harus lewat atas, memanjat sisi dinding apartemen ini.

Aku tidak mungkin bersamanya, bodohnya aku, aku telah dibodohi oleh perasaan. Siapa aku? Dan siapa dia? Kami berbeda.

-Citi Daily-
Keanehan yang terjadi akhir minggu ini membuat resah masyarakat. Lima mayat yang ditemukan warga mati dengan cara yang sangat tidak wajar. Hasil autopsi menegaskan kelima mayat yang ditemukan mati seperti gejala Cardiac Arrest, namun yang membuat bingung pakar autopsi, tidak ada tanda-tanda yang menyebabkan fungsi jantung tidak berfungsi secara tiba-tiba serta mayat kehilangan kulit, sangat ganjil dan jadi pertanyaan besar, dengan apa pembunuh memisahkan kulit dari otot begitu rapi. Terkesan seperti seorang dokter profesional tapi yang membuat bingung juga teknologi medis tentang pemisahan kulit dan otot masih dikembangkan dan sempurna sepuluh tahun kemudian. “Kami sudah memeriksa secara detil mayat yang ditemukan warga dan hasilnya sangat mengejutkan kami, mematahkan semua teori medis yang ada. Dan kami masih meneliti secara detail”

Para komunitas jagat raya yang mencintai konspirasi alien dan ufo mengaitkan keganjilan tersebut dengan serang alien terhadap manusia. “Kita harus waspada, para alien ingin mempelajari budaya kita, menyelinap dalam rumah kita lalu mengambil alih bumi kita”. Tidak salah mereka mengaitkan keanehan tersebut dengan pemunculan alien. Sejak komet menghantam bumi ini banyak keanehan yang terjadi. Pihak LAPAN bersih-keras menyatakan sekelebat cahaya pada malam hari tersebut hanya sebuah komet dan tidak ada benda angkasa manapun yang jatuh ke bumi. Pernyataan tersebut membuat gempar karena warga yang melihat yakin bahwa ada sebuah benda angkasa yang menghantam bumi.

Dan keanehan berikutnya dialami oleh seorang polisi yang sedang berpatroli. Menerima aduan seorang warga lalu dia mulai memeriksanya. “Lelaki tersebut sangat aneh, dia tidak berbicara apapun, memakai kacamata hitam dan membaca kora terbalik. Saat saya menanyakan identitasnya dia berhasil kabur. Saya sempat memborgol tangannya, tapi tidak berhasil. Saya mengejarnya dan kehilangan jejaknya di sebuah gang buntu. Dan borgol saya tergeletak dengan bagian atas engselnya lepas?.

Siapakah manusia tersebut, apakah benar alien ataukah seorang agen federal yang sedang memata-matai negara ini. Ini sebuah kajian yang mendalam bagi pemerintah negara ini. Dan harus memperkuat sistem pertahanan negara jangan hanya sibuk dengan teoritas politik demi kemakmuran rakyat. Dan nyatanya mereka hanya merugikan rakyat. Membuang banyak hasil pajak demi kepentingan pembangunan yang nyatanya tidak sama sekali. Kita harus waspada dengan segala kemungkinan yang terjadi.

-Cardiac Arrest adalah hilangnya fungsi jantung secara tiba-tiba yang biasanya dipicu dengan penyakit jantung koroner, stress fisik, kelainan bawaan, perubahan struktur jantung, dan obat-obatan. Nama lain dari Cardiac Arrest antara laincardiorespiratory arrest, cardiopulmonary arrest, atau circulatory arrest.

image

Artwork ichig0man (find him work at deviantart)

Cerpen genre sci-fi pertama, kira-kira di pertengahan 2012.

Iklan

4 pemikiran pada “Rona

  1. walau katanya bergenre sci-fi, tapi tidak dapet banget unsur sci-finya. Entahlah, Nikmal pun gak tau kenapa persepsi Nikmal bilang begitu. Rasa Nikmal seperti membaca syair. Begitu puitis. Ini pasti faktor sering ikut malam puisi. 🙂

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s